Sabtu, 08 September 2012

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Realistik



BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Beberapa kali, siswa dari Indonesia memenangkan ajang kompetisi matematika ataupun mata pelajaran lainnya. Bahwa itu adalah sebauah prestasi, kita tidak bisa memungkiri. Tetapi kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan sesungguhnya. Para pemenang kompetisi itu bukanlah siswa yang bisa mewakili kemampuan siswa Indonesia pada umumnya. Dalam artian, kesenjangan antara para siswa pemenang kompetisi internasional itu dengan kebanyakan siswa di Indonesia sangatlah besar.
Apalagi pada saat ini mutu  pendidikan  di indonesia  sangat memperhatikan. Khususnya matematika, Terlebih lagi hingga saat ini matematika masih merupakan monster yang sangat menakutkan bagi sebagian besar siswa.
Matematika sebagai induk dari ilmu pengetahuan, seharusnya tidak ditakuti. Dan memang tidak ada yang perlu ditakutkan dari matematika.
Permasalahan ini tidak bisa hanya dilihat dalam satu sudut pandang saja. Maksudnya  Kita tidak boleh menilai dilema mutu pendidikan matematika ini hanya disebabkan oleh matematika yang sulit.
Jika sudut pandang kita tentang matematika telah diluruskan, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah menentukan pendekatan apa saja yang paling efektif untuk pembelajaran matematika tertentu, bagaimana palikasinya dalam aktivitas pembelajaran, dan bagaimana metode pengujiannya.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1.     Pengertian pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik
2.     bagaimana pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik

1.3Tujuan
1.      Mengetahui pengertian pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pembelajaran Matematika Realistik
Pembelajaran matematika realistik adalah padanan Realistic Mathematics Education (RME), sebuah pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan di frudenthal di belanda. Gravemeijer (1992:82) mengungkapkan Realistic mathematics education is rooted in freudenthal’s interpretation of mathematicsas an activity.
Ungkapan Gravemeijer di atas menunjukkan bahwa pembelajaran matematika realistik dikembangkan berdasar pandangan Freudenthal yang menyatakan matematika sebagai suatu aktivitas. Lebih lanjut Gravemeijer (1994: 82) menjelaskan bahwa yang dapat digolongkan sebagai aktivitas tersebut meliputi aktivitas pemecahan masalah, mencari masalah dan mengorganisasi pokok persoalan. Menurut Freudenthal aktivitas-aktivitas itu disebut matematisasi.
Pendidikan matematika realistik ( RME ) diketahui sebagai pendekatan yang telah berhasil di Netherlands. Salah satu filososfi yang mendasari pendekatan realistik adalah  bahwa matematika bukanlah satu kumpulan aturan sifat- sifat yang sudah lengkap yang harus siswa sadari .Menurut Treffers ( dalam Fauzan, 2002: 33-34 ) mengungkapakan bahwa ide kunci dari pembelajran matematika realistik yang menekankan perlunya kesempatan bagi siswa untuk menemukan kembali matematika dengan bantuan orang dewasa ( guru ). Selain itu disebutkan pula bahwa pengetahuan matematika formal dapat dikembangkan ( ditemukan kembali ) berdasar pengetahuan informal yang dimiliki siswa.
Pernyataan-pernyataan yang dikemukakan di atas menjelaskan suatu cara pandang terhadap pembelajaran matamatika yang ditempatkan sebagai suatu proses bagi siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan matematika berdasar pengetahuan informal yang dimilikinya. Dalam pandangan ini matematika disajikan bukan sebagai barang “jadi” yang dapat dipindahkan oleh guru ke dalam pikiran siswa.
Terkait dengan aktivitas matematisasi dalam belajar matematika, Freudenthal (dalam Panhuizen, 1996: 11) menyebutkan dua jenis matematisasi yaitu matematisasi horisontal dan vertikal dengan penjelasan seperti berikut ini.
Pernyataan di atas menjelaskan bahwa matematisasi horisontal menyangkut proses transformasi masalah nyata/ sehari-hari ke dalam bentuk simbol.
Sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi dalam lingkup simbol matematika itu sendiri. Contoh matematisasi horisontal adalah pengidentifikasian, perumusan dan pemvisualisasian masalah dengan cara-cara yang berbeda oleh siswa. Sedangkan contoh matematisasi vertikal adalah presentasi hubungan-hubungan dalam rumus, menghaluskan dan menyesuaikan model matematika, penggunaan model-model yang berbeda, perumusan model matematika dan penggeneralisasi.
Pendekatan RME ini didasari oleh fakta bahwa matematika bukanlah stau kumpulan aturan atau sifat-sifat yang sudah lengkap yang harus siswa pelajari. Freudenthal ( dalam TIM MKPBM, 2001:125) menyatakan “matematika bukan merupakan suatu objek yang siap – saji untuk siswa, melainkan bahwa matematika adalah “suatu pelajaran yang dinamis yang dapat dipelajari dengan cara mengerjakannya.
Adapun Matematika realistik (MR) adalah  matematika yangdisajikan sebagai suatu proses kegiatan manusia, bukan sebagai suatu produk jadi. Bahan pelajaran yang disajikan melalui bahan cerita yang sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual) (Zigma Edisi, 14, 12 Oktober 2007).
Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa Realistic Mathematics Education (PMR) merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika.
Menurut Soedjadi (2001: 3) pembelajaran matematika realistik mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:
1.    Menggunakan konteks, artinya dalam pembelajaran matematika realistik lingkungan keseharian atau pengetahuan yang telaha dimiliki siswa dapat dijadikan sebagai bagian materi belajar yang kontekstual bagi siswa.
2.    Menggunakan model, artinya permasalahan atau ide dalam matematika dapat dinyatakan dalam bentuk model, baik model dari situasi nyata maupun model yang mengarah ketingkat abstrak.
3.    Menggunakan kontribusi siswa, artinya pemecahan masalah atau penemuan konsep yang didasarkan pada sumbangan gagasan siswa.
4.    Interaktif, artinya aktivitas proses pembelajaran dibangun oleh interaksi siswa,siswa dengan guru. Siswa dengan lingkungannya dan sebagainya.Intertwin,artinya topik – topik yang berbeda dapat diintegrasikan sehingga dapat memunculkan pemahaman tentang sustu konsepsecara serentak.
Dengan mengkaji secara mendalam prinsisp dan karakteristik pembelajaran matematika realistik tampak bahwa pendekatan ini dikembangkan berlandaskan pda filsafat kontruktivisme. Paham ini berpandangan  bahwa pengetahuan dibangun sendiri oleh orang yang belajar secara aktif. Penanaman sustu konsep tidak dapat dilakukan dengan mentransferkan konsep itu dari satu orang ke orang lain. Tetapi seseorang yang sedang belajar semestinya diberi keleluasaan dan dorongan untuk mengekspresikan pikirannya dalam mengkonstruk pengetahuan itu untuk dirinya sendiri. Aktivitas ini dapat terjadi dengan cara memberikan permasalahan kepada siswa. Permasalahan tersebut adalah permasalahan yang telh diakrabi siswa dalam kehidupannya. Sebagai akibat dari peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika realistik adalah berkurangnya domminasi guru. Dalam pendekata ini guru  lebih berfungsi sebagai fasilitator.
Langkah – langkah pembelajaran matematika realistik  adalah :
Meninjau karekteristik interaktif dalam pembelajran matematika realistik diatas tampak perlu sebuah rancangan pembelajaran yang mampu membangun interaksi antara siswa dengan siswa,siswa dengan guru , dan siswa dengan lingkungannya.
Dalam hal ini, Asiki (2001:3) berpandangan perlunyaguru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan ide- idenya melalui persentasi individu, kerja kelompok, diskusi kelompok,maupun diskusi kelas. Negoisasi dan evalusi sesama siswa dan juga denga guru adalah faktor belajar yang penting dalam pembelajran konstruktif ini.
Implikasi dari adanya aspek sosial yang cukup tinggi dalam aktivitas belajar siswa tersebut maka guru perlu menentukan metodemengajar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tersebut. Salah satu  metode mengajar yang dapat memnuhi tujuan tersebut adlah memasukkan kegiatan diskusi dalam  pembelajaran siswa. Aktivitas diskusi dipandang mampu mendorong dan melancarkan interaksi antara anggota kelas.
Menurut kemp (1994:169) diskusi adalah bentuk pengajaran tatap muka yang paling umum dugunakan untuk saling tukar informasi, pikiran dan pendapat. Lebiha dari itu dalam sebuah diskusi proses belajar berlangsung tidak hanya kegiatan yang bersifat mengingat informasi belaka, namun juga memungkinkan proses berfikir secara analisis,sintesis dan evaluasi. Selanjutnya perlu pula ditentukan bentuk diskusi yang hendak dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi kelas yang ada. Karena pembelajran dalam rangka penelitian ini dilaksanakan dalam sebuah kelas yang pada umumnya beranggotakan 40 sampai 44 dengan penempatan siswa yang sulit untuk memebentuk kelompok diskusi besar, maka interaksi antar siswa dimunculkan melalui diskusi kelompok kecil secara berpasangan selain diskusi kelas.
2.2  Inovasi Pembelajaran Matematika
Romberg ( 1992 ) mengtakan bahwa dalam pendidikan khususnya dalam pendidikan matematika, individu atau kelompok dapat membuat suatu produk baru untuk memperbaiki suatu pembelajaran, produk ini mungkin berupa produk materi pembelajaran baru,teknik pembelajaran baru, ataupun program pembelajaran baru. Ada empat tahap utama dalam  pengembangan ini yaitu : desain hasil, kreasi hasil, im[plementasi hasil, dan penggunaan hasil.
Bentuk inovasi tersebut dimaksudkanuntuk mengoptimalkan hasil proses belajar mengajar, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menyerapa konsep – konsep , prosedur dan algoritma matematika.
Pengembangan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik merupakan salah satu usaha meningkatkan kemampuan siswa memahami matematika. Usaha – usaha ini dilakukan sehubungan dengan adanya perbedaan’ materi’ yang dicita- citakan oleh kurikulum tertulis (intented curriculum) dengan ‘materi yang diajarkan’ (implemented curriculum), serta perbedaan antara ‘materi yang diajarkan’ dengan materi yang di pelajari siswa (realised curriculum) (Niss,1996).
2.3  Pendekatan Realistik di antara Pendekatan Lainnya dalam Pendidikan   Matematika
Secara umum terdapat empat pendekatan pembelajaran matematika yang dikenal, Treffers (1991) membaginya dalam mechanistic, structuralistic, emperistic, dan realistic.
Menurut filosofi mechanistic bahwa manusia ibarat komputer, sehingga dapat diprogram dengan cara drill untuk mengerjakan hitungan atau olgaritma tertentu dan menampilkan aljabar pada level yang paling sederhana atau bahkan  mungkin dalam penyeleasaian geometri serta berbagai masalah, membedakan dengan mengenali pola – pola dan proses yang berulang – ulang.
Dalam filosofi sructuralistic, yang secara historis berakar pada pengajaran geometri tradisional, bahwa matematika dan sistemnya terstruktur secara baik. Manusia dengan kemuliannya, belajar dengan pandangan dan pengertian dalam berbagai rational, ia diangap sanggup menampilkan deduksi –deduksi yang lebih efisien dengan cara menggunakan subjek materi sistematik dan terstruktur secara baik.
Menurut filosofi empiristik bahwa dunia adalah kenyataan. Dalam pandangan ini,kepada siswa disediakan berbagai material yang sesuai dengan dunia kehidupan para siswa. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pengalamanyang berguna, namun sayangnya para siswa tidak  dengan segera mensistemasikan dan merasionalkan pengalaman.
Dalam filosofi realistic, kepada siswa diberikan tugas- tugas yang mendekati kenyataan, yaitu yang dari dalam siswa akan memperluas dunia kehidupannya. Kemajuan individu maupun kelompok dalam proses belajar- seberapa jauh dan seberapa – cepat – akan menentukan spektrum perbedaan dari hasil belajar dan posisi individu tersebut.
2.4 Prinsip – prinsip Pembelajaran Realistik
Terdapat lima prinsip utama dalam ‘ kurikulum’ matematika realistik:
1.      Didominasi oleh masalah- masalah dalam konteks, melayani dua hal yaitu sebagai sumber dan sebagi terapan konsep matematika.
2.      Perhatian diberikan pada pengembangan model –model, situasi, sikema,dan simbol –simbol.
3.      Sumbangan dari para siswa, sehingga siswa dapat membuat pembelajaran menjadi konstruktif dan produktif, artinya siswa memproduksi sendiri dan mengkonstruksi sendiri ( yang mungkin berupa algoritma, rule atau aturan), sehingga dapat membimbing para siswa dari level matematika informal menuju matematika formal.
4.      Interaksi sebagai karakteristik dari proses pembelajaran matematika
5.      ‘intertwinning’ ( membuat jalinan )  antar topik atau antar pokok atau antar strandt
2.5 Pertimbangan Menggunakan Pendekatan Realistik
Pada dasarnya pendekatan realistik membimbing siswa untuk “ menemukan kembali” konsep – konsep matematika yang pernah ditemukan oleh paera ahli matematika atau bila memungkinkan siswa dapat menemukan sama sekali hala yang belum pernah di temukan. Ini dikenal sebagai guided reinvention (Freudenthal,1991).
Implementasi pembelajaran matematika dengan pendekatan dilakukan oleh mahasiswa yang telah memahami bagaimana pembelajaran realistik disampaikan, dan bagaimana prinsisp – prinsip pembelajaran realistik dilakukan.
Dikaitkan dengan prinsip- prinsip pembelajran dalam pendekatan matematika realistik. Berikut ini merupakan rambu- rambu penerapannya:
1.      Bagaimana “ guru “ menyampaikan matematika kkontekstual sebagi starting point pembelajaran
2.      Bagaimana “ guru “ menstimulasi, membimbing, dan memfasilitasi agar prosedur, algoritma, simbol, skema, dan model yang dibuat oleh siswa mengarahkan mereka untuk sampai kepada matematika formal
3.      Bagaiman “ guru “ memberi atau mengarahkan kelas, kelompok, maupun individu untuk menciptakan free production, menciptakan caranya sendiri dalam menyelesaikan soal atau menginterpretasikan problem kontekstual, sehingga tercipta berbagai macam pendekatan, atau metode penyelesaian, atau algoritma
4.      Bagaiaman “ guru “ membuata kelas bekerja secara interaktif sehingga terjadi interaksi diantara mereka antara siswa dengan siswa dalam kelompok kecil dan antrata anggota- anggota kelompok dalam prestasi umum, serta antara siswa dan guru
5.      Bagaimana guru membuat jalinan antara topik dengan topik lain, antara konsep dengan konsep lain, dan antara satu simbol denngan simbol yang lain didalam rangkain topik matematika.
Pendekatan realistik perlu dipertimbangkan untuk dijadikan alternatif dalam pembelajarn matematika. Namun perlu diingta bhawa masalah kontekstual yang diungkapkan tidak selamanya berasala dari aktivitas sehari – hari, melainkan juga bis dari konteks yang dapat di- imajinasika dalam pikiran siswa.
2.6      Contoh desain pembelajaran menggunakan pendekatan realistik matematika
Berapa takar ( suntikan) banyaknya minyak wangi dari satu botol besar ? Jelaskan !
8  X          =


         =
                
=



BAB  III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pembelajaran matematika realistik adalah padanan Realistic Mathematics Education (RME), sebuah pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan di frudenthal di belanda. Gravemeijer (1992:82) mengungkapkan Realistic mathematics education is rooted in freudenthal’s interpretation of mathematicsas an activity.
Adapun Matematika realistik (MR) adalah  matematika yang disajikan sebagai suatu proses kegiatan manusia, bukan sebagai suatu produk jadi. Bahan pelajaran yang disajikan melalui bahan cerita yang sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual) (Zigma Edisi, 14, 12 Oktober 2007).
Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa Realistic Mathematics Education (PMR) merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika.
Untuk mengoptomalkan hasil belajar mengajar, Romberg mengemukakan inovasi produk baru untuk memperbaiki suatu pembelajaran, produk ini mungkin berupa produk materi pembelajaran baru, teknik pembelajaran baru, ataupun program pembelajaran baru. Ada empat tahap utama dalam  pengembangan ini yaitu : desain hasil, kreasi hasil, implementasi hasil, dan penggunaan hasil.







3.2. Saran
1.       Untuk lebih lanjut penulis akan lebih membahas yang lebih mendalam lagi sehingga akan lebih banyak lagi pengetahuan dalam masalah sistem pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik
2.      Diharapkan kepada semua calon pendidik agar dapat mempunyai strategi yang matang dan lebih luas lagi dengan materi yang cukup dalam melaksanakan pembelajaran.
Kepada pembaca agar dapat menjadikannya sebagai bahan referensi
















DAFTAR RUJUKAN


Surahman, dkk, 2001. Strategi pembelajaran matematika kontemporer.dika: bandung
http://anyafm.multiply.com/journal/item/10

Sabtu, 12 Mei 2012

Motor baru Rossi dan Hayden




Motor baru Rossi dan Hayden lebih bernuansa Italia

Corak motor (livery) dari tim pabrikan Ducati untuk MotoGP musim ini, telah dipublikasi untuk pertama kali dalam presentasi secara online yang diadakan di markas tim tersebut, yakni di Borgo Panigale, Bologna, Italia pada hari Senin waktu setempat.
Motor yang akan dikendarai Valentino Rossi dan Nicky Hayden itu menampilkan lebih banyak warna putih pada fairing bagian depan, ditambah dengan garis warna hijau di kedua sisinya, namun warna merah yang merupakan ciri khas Ducati masih mendominasi. Warna-warna itu tentu sekilas membuat motor Desmosedici GP12 lebih bernuansa Italia.
Motor Rossi masih menampilkan nomor 46 dengan warna kuning, sedangkan Hayden tetap memakai warna putih untuk nomor startnya, 69.
General Manager dari Ducati Corse, Filippo Preziosi memastikan bahwa Desmosedici GP12, yang memakai rangka aluminium untuk pertama kali, menggunakan kapasitas mesin 1000cc, sesuai dengan aturan baru MotoGP yang mulai diberlakukan musim ini.
Rossi dan Hayden, yang mengakhiri musim lalu dengan berada di peringkat ke-7 dan ke-8 pada klasemen pebalap, akan mengendarai motor dengan corak terbaru tersebut dalam uji coba pra musim terakhir di Sirkuit Jerez, Spanyol 23-25 Maret mendatang.
Selama presentasi tersebut, terhitung sebanyak 96.000 orang menontonnya secara online

heli spesial jinakkan Gunung Salak




Tim investigasi Rusia sudah siapkan alat guna mendukung tim SAR Indonesia temukan korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Untuk mempermudah pencarian, tim Rusia sudah mempersiapkan sebuah helikopter spesial menembus sulitnya medan untuk evakuasi jenazah dari Indonesia dan Rusia.

"Untuk membantu SAR Indonesia temukan kotak hitam dan jenazah, kami punya helikopter berdaya jelajah bagus," ujar Ketua Tim Investigasi Rusia, Michail Chupalenkov kepada wartawan di Posko Pasir Pogor, Bogor, Sabtu (12/5).

Michail menuturkan, kedatangan tim investigasi untuk membantu evakuasi merupakan inisiatif pemerintah Rusia. "Kami bukan diutus oleh perusahaan penerbangan (Sukhoi) dan semua sudah tahu bahwa pilotnya warga negara Rusia," jelasnya.

Rencananya besok, tim Rusia akan membantu evakuasi korban pesawat Sukhoi dan mencari kotak hitam (black box). Semua jawaban akan terungkap setelah menyelidiki isi percakapan di dalam kotak hitam tersebut. Hingga kini, tim SAR belum berhasil menemukan kotak hitam tersebut.

Sukhoi Superjet 100, pesawat pabrikan Rusia ini hilang kontak dalam joy flight hari Rabu (9/5) lalu. Pilot pesawat, Aleksandr Yablontsev kelahiran Warsawa, Polandia, 3 April 1955. Dia telah menerbangkan 221 jenis pesawat dan mengantongi lebih dari 14 ribu jam terbang. Riwayat pendidikannya, ia lulus dari Higher Military Pilot School, Armavir, pada 1976.

Sabtu, 05 Mei 2012

(#2) TAFSIR AL-IKHLAS (1-3), Memurnikan Tauhid Kepada Allah [Tafsir Depag]


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
1
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
اللَّهُ الصَّمَدُ
2
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
3
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
4






Tafsir dari Depag :
 
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

Dahhak meriwayatkan bahwa orang-orang musyrik mengutus kepada Nabi Muhammad SAW Amir bin Tufail, menyampaikan amanah mereka kepada Nabi, ia berkata: "Engkau telah memecah belahkan keutuhan kami, memaki-maki "tuhan" kami, berubah agama nenek moyangmu. Jika engkau miskin dan mau kaya kami berikan engkau harta. Jika engkau gila kami obati. Jika engkau ingin wanita cantik akan kami kawinkan engkau dengannya". Nabi menjawab:

 "Aku tidak miskin, tidak gila, tidak ingin kepada wanita. Aku adalah Rasul Allah, mengajak kamu meninggalkan penyembahan berhala dan mulai menyembah Allah Yang Maha Esa", kemudian mereka mengutus utusannya yang kedua kalinya dan bertanya kepada Rasulullah. Terangkanlah kepada kami macam Tuhan yang engkau sembah itu. Apakah Dia dari emas atau perak?", lalu Allah menurunkan surah ini (al-ikhlas). (HR. Dahhak)


Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari risalah Nabi SAW. Yaitu mentauhidkan Allah (Meng-Esa-kan Allah) dan mensucikan-Nya serta meletakkan pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat, menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit sampai dengan menerima balasannya berupa pahala atau dosa.


Telah diriwayatkan dalam hadis, "Bahwa surah ini sebanding dengan sepertiga Alquran," karena barang siapa menyelami artinya dengan bertafakur yang mendalam, niscaya jelaslah kepadanya bahwa semua penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini.


Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi-Nya menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan sesuatu apapun. Tegasnya keesaan Allah itu meliputi tiga hal: 

  • Dia Maha Esa pada zat-Nya, 
  • Maha Esa pada sifat-Nya dan
  • Maha Esa pada af'al-Nya.
Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada af'al-Nya berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya.

إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون

Artinya:
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
(Q.S. Yasin: 82).


اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Pada ayat ini Allah menambahkan penjelasan tentang sifat Tuhan Yang Maha Esa itu, yaitu Dia adalah Tuhan tempat meminta dan memohon.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

“Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah.
Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman:

فاستفتهم ألربك البنات ولهم البنون أم خلقنا الملائكة إناثا وهم شاهدون ألا إنهم من إفكهم ليقولون ولد الله وإنهم لكاذبون

Artinya:
Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: "Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.
(Q.S. As Saffat: 149-152).


Dan Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya, Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. Maha suci Allah dari apa yang tersebut.
Ibnu 'Abbas berkata: "Dia tidak beranak sebagaimana Maryam melahirkan Isa A.S. dan tidak pula diperanakkan. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah.


وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

” dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia “

Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, Sifat dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beriktikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.


Untuk meresapkan arti ketauhidan kepada Allah yang terkandung dalam surah Al Ikhlas, maka kami mencantumkan pada akhir tafsir surah ini sebuah munajat kepada Allah yang diamalkan oleh mereka yang tekun melaksanakan ibadahnya:


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن والاه، يا من لا أرى سواه وإن تعددت المظاهر ولا أناجي إلا إياه وإن كثرت الظواهر ولا أبتغي إلا جدواه وإن تنوعت المصادر أسألك بحق توحيدك في الوجود وتعدد تجلياتك في الشهود وبحرمة ظهورك للبصائر واحتجابك عن المشاعر أن تقضي حاجتي إليك.... وإن لا تجعل فيها معولي إلا عليك وصلى الله على سيدنا (3 kali) محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه"
 

Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-nikmat-Nya dan seimbang nikmat tambahan-Nya. Semoga rahmat dan keselamatan dilimpahkan kepada Nabi penutup, Muhammad SAW yang tidak ada lagi Nabi sesudahnya dan kepada sekalian keluarganya, sahabat dan sekalian yang mencintainya. Ya Allah, Tuhan yang aku tidak melihat (dengan mata hatiku) selain Dia, walaupun banyak gejala-gejala nampak, dan yang aku tidak bermunajat melainkan kepada-Nya saja, walaupun banyak wujud-wujud di alam lahir dan yang aku tidak menginginkan melainkan manfaat-Nya walaupun banyak sumber-sumber pengambilannya. Aku mohon kepada-Mu dengan tawassul kepada keesaan-Mu di alam wujud dan berbilangnya tajalli (penampakan kekuasaan-Mu) di alam pancaindera dan dengan kehormatan nampaknya keagungan-Mu bagi mata hati dan tertutupnya Engkau dari jangkauan pancaindera, agar kiranya Engkau mengabulkan hajat permohonanku ini dan agar Engkau tidak membiarkan aku bersandar pada permohonanku ini; (sebutkan hajat yang dimaksud) apa hanya semata-mata kepada rahmat karunia-Mu saja dan semoga rahmat keselamatan dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan kepada sekalian keluarganya dan sahabatnya. (3x).
Munajat ini mengandung pula permohonan dipenuhi segala hajat keperluan yang direnungkan ketika sampai kepada kalimat:أن تقضي حاجتي إليك.