Sabtu, 12 Mei 2012

Motor baru Rossi dan Hayden




Motor baru Rossi dan Hayden lebih bernuansa Italia

Corak motor (livery) dari tim pabrikan Ducati untuk MotoGP musim ini, telah dipublikasi untuk pertama kali dalam presentasi secara online yang diadakan di markas tim tersebut, yakni di Borgo Panigale, Bologna, Italia pada hari Senin waktu setempat.
Motor yang akan dikendarai Valentino Rossi dan Nicky Hayden itu menampilkan lebih banyak warna putih pada fairing bagian depan, ditambah dengan garis warna hijau di kedua sisinya, namun warna merah yang merupakan ciri khas Ducati masih mendominasi. Warna-warna itu tentu sekilas membuat motor Desmosedici GP12 lebih bernuansa Italia.
Motor Rossi masih menampilkan nomor 46 dengan warna kuning, sedangkan Hayden tetap memakai warna putih untuk nomor startnya, 69.
General Manager dari Ducati Corse, Filippo Preziosi memastikan bahwa Desmosedici GP12, yang memakai rangka aluminium untuk pertama kali, menggunakan kapasitas mesin 1000cc, sesuai dengan aturan baru MotoGP yang mulai diberlakukan musim ini.
Rossi dan Hayden, yang mengakhiri musim lalu dengan berada di peringkat ke-7 dan ke-8 pada klasemen pebalap, akan mengendarai motor dengan corak terbaru tersebut dalam uji coba pra musim terakhir di Sirkuit Jerez, Spanyol 23-25 Maret mendatang.
Selama presentasi tersebut, terhitung sebanyak 96.000 orang menontonnya secara online

heli spesial jinakkan Gunung Salak




Tim investigasi Rusia sudah siapkan alat guna mendukung tim SAR Indonesia temukan korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Untuk mempermudah pencarian, tim Rusia sudah mempersiapkan sebuah helikopter spesial menembus sulitnya medan untuk evakuasi jenazah dari Indonesia dan Rusia.

"Untuk membantu SAR Indonesia temukan kotak hitam dan jenazah, kami punya helikopter berdaya jelajah bagus," ujar Ketua Tim Investigasi Rusia, Michail Chupalenkov kepada wartawan di Posko Pasir Pogor, Bogor, Sabtu (12/5).

Michail menuturkan, kedatangan tim investigasi untuk membantu evakuasi merupakan inisiatif pemerintah Rusia. "Kami bukan diutus oleh perusahaan penerbangan (Sukhoi) dan semua sudah tahu bahwa pilotnya warga negara Rusia," jelasnya.

Rencananya besok, tim Rusia akan membantu evakuasi korban pesawat Sukhoi dan mencari kotak hitam (black box). Semua jawaban akan terungkap setelah menyelidiki isi percakapan di dalam kotak hitam tersebut. Hingga kini, tim SAR belum berhasil menemukan kotak hitam tersebut.

Sukhoi Superjet 100, pesawat pabrikan Rusia ini hilang kontak dalam joy flight hari Rabu (9/5) lalu. Pilot pesawat, Aleksandr Yablontsev kelahiran Warsawa, Polandia, 3 April 1955. Dia telah menerbangkan 221 jenis pesawat dan mengantongi lebih dari 14 ribu jam terbang. Riwayat pendidikannya, ia lulus dari Higher Military Pilot School, Armavir, pada 1976.

Sabtu, 05 Mei 2012

(#2) TAFSIR AL-IKHLAS (1-3), Memurnikan Tauhid Kepada Allah [Tafsir Depag]


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
1
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
اللَّهُ الصَّمَدُ
2
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
3
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
4






Tafsir dari Depag :
 
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

Dahhak meriwayatkan bahwa orang-orang musyrik mengutus kepada Nabi Muhammad SAW Amir bin Tufail, menyampaikan amanah mereka kepada Nabi, ia berkata: "Engkau telah memecah belahkan keutuhan kami, memaki-maki "tuhan" kami, berubah agama nenek moyangmu. Jika engkau miskin dan mau kaya kami berikan engkau harta. Jika engkau gila kami obati. Jika engkau ingin wanita cantik akan kami kawinkan engkau dengannya". Nabi menjawab:

 "Aku tidak miskin, tidak gila, tidak ingin kepada wanita. Aku adalah Rasul Allah, mengajak kamu meninggalkan penyembahan berhala dan mulai menyembah Allah Yang Maha Esa", kemudian mereka mengutus utusannya yang kedua kalinya dan bertanya kepada Rasulullah. Terangkanlah kepada kami macam Tuhan yang engkau sembah itu. Apakah Dia dari emas atau perak?", lalu Allah menurunkan surah ini (al-ikhlas). (HR. Dahhak)


Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari risalah Nabi SAW. Yaitu mentauhidkan Allah (Meng-Esa-kan Allah) dan mensucikan-Nya serta meletakkan pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat, menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit sampai dengan menerima balasannya berupa pahala atau dosa.


Telah diriwayatkan dalam hadis, "Bahwa surah ini sebanding dengan sepertiga Alquran," karena barang siapa menyelami artinya dengan bertafakur yang mendalam, niscaya jelaslah kepadanya bahwa semua penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini.


Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi-Nya menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan sesuatu apapun. Tegasnya keesaan Allah itu meliputi tiga hal: 

  • Dia Maha Esa pada zat-Nya, 
  • Maha Esa pada sifat-Nya dan
  • Maha Esa pada af'al-Nya.
Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada af'al-Nya berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya.

إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون

Artinya:
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
(Q.S. Yasin: 82).


اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Pada ayat ini Allah menambahkan penjelasan tentang sifat Tuhan Yang Maha Esa itu, yaitu Dia adalah Tuhan tempat meminta dan memohon.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

“Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan”

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah.
Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman:

فاستفتهم ألربك البنات ولهم البنون أم خلقنا الملائكة إناثا وهم شاهدون ألا إنهم من إفكهم ليقولون ولد الله وإنهم لكاذبون

Artinya:
Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: "Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.
(Q.S. As Saffat: 149-152).


Dan Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya, Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. Maha suci Allah dari apa yang tersebut.
Ibnu 'Abbas berkata: "Dia tidak beranak sebagaimana Maryam melahirkan Isa A.S. dan tidak pula diperanakkan. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah.


وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

” dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia “

Dalam ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, Sifat dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beriktikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.


Untuk meresapkan arti ketauhidan kepada Allah yang terkandung dalam surah Al Ikhlas, maka kami mencantumkan pada akhir tafsir surah ini sebuah munajat kepada Allah yang diamalkan oleh mereka yang tekun melaksanakan ibadahnya:


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن والاه، يا من لا أرى سواه وإن تعددت المظاهر ولا أناجي إلا إياه وإن كثرت الظواهر ولا أبتغي إلا جدواه وإن تنوعت المصادر أسألك بحق توحيدك في الوجود وتعدد تجلياتك في الشهود وبحرمة ظهورك للبصائر واحتجابك عن المشاعر أن تقضي حاجتي إليك.... وإن لا تجعل فيها معولي إلا عليك وصلى الله على سيدنا (3 kali) محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه"
 

Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah dengan pujian yang sesuai dengan nikmat-nikmat-Nya dan seimbang nikmat tambahan-Nya. Semoga rahmat dan keselamatan dilimpahkan kepada Nabi penutup, Muhammad SAW yang tidak ada lagi Nabi sesudahnya dan kepada sekalian keluarganya, sahabat dan sekalian yang mencintainya. Ya Allah, Tuhan yang aku tidak melihat (dengan mata hatiku) selain Dia, walaupun banyak gejala-gejala nampak, dan yang aku tidak bermunajat melainkan kepada-Nya saja, walaupun banyak wujud-wujud di alam lahir dan yang aku tidak menginginkan melainkan manfaat-Nya walaupun banyak sumber-sumber pengambilannya. Aku mohon kepada-Mu dengan tawassul kepada keesaan-Mu di alam wujud dan berbilangnya tajalli (penampakan kekuasaan-Mu) di alam pancaindera dan dengan kehormatan nampaknya keagungan-Mu bagi mata hati dan tertutupnya Engkau dari jangkauan pancaindera, agar kiranya Engkau mengabulkan hajat permohonanku ini dan agar Engkau tidak membiarkan aku bersandar pada permohonanku ini; (sebutkan hajat yang dimaksud) apa hanya semata-mata kepada rahmat karunia-Mu saja dan semoga rahmat keselamatan dilimpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan kepada sekalian keluarganya dan sahabatnya. (3x).
Munajat ini mengandung pula permohonan dipenuhi segala hajat keperluan yang direnungkan ketika sampai kepada kalimat:أن تقضي حاجتي إليك.


(#2) TAFSIR AL-IKHLAS (1-3), Memurnikan Tauhid Kepada Allah [Tafsir Depag] ~ (@)Ashabul Muslimin(@) - Lestarikan Budaya Luhur Islam

(#2) TAFSIR AL-IKHLAS (1-3), Memurnikan Tauhid Kepada Allah [Tafsir Depag] ~ (@)Ashabul Muslimin(@) - Lestarikan Budaya Luhur Islam